Budug Asu adalah sebuah bukit yang terletak di lereng gunung Arjuna. Budug Asu dapat dicapai dari daerah Singosari maupun dari Lawang. Budug Asu berjarak kurang lebih 30 Km dari Kota Malang.
Kalo kita mengambil rute dari Singosari, rute yang dapat dicapai adalah setelah Candi Singosari kita jumpai perempatan, kita belok kanan menuju arah Sumberawan, ikuti saja jalan ini kurang lebih 5 Km, ada perempatan lurus saja, setelah itu kita ikuti jalan makadam yang ada.
Oh iya ... dari penuturan penjaga parkir, kita dapat cerita mengenai kenapa tempat ini dinamakan Budug Asu. Pada zaman dahulu perbukitan di sekitar Budug Asu banyak terdapat Anjing Liar yang dalam bahasa Jawa disebut ASU. Dikemudian hari banyak dari anjing-anjing tersebut terkena penyakit BUDUKEN atau penyakit penyakit-gatal. Oleh karena itu pada akhirnya tempat ini dikenal dengan nama Budug Asu. Begitu kira-kira ceritanya ...
Ada rute lain dari Kecamatan Lawang, rutenya dapat melalui Kebun Teh Wonosari. Dari Kebun Teh Wonosari kita ambil jalan sisi selatan yang mengarah ke Budug Asu.
Dari tempat parkir, kita menyusuri jalan makadam sepanjang kurang lebih 3 Km. Deretan Hutan Pinus ada di sepanjang jalan. Udara sejuk menemani perjalanan kita. Akhirnya sampailah kita di pos pintu masuk Budug Asu. Kita dikenakan tarif tiket sebesar 5.000 Rupiah. Nominal yang sangat murah, yang saya kira tidak sebanding dengan usaha mereka untuk tetap kaya keasrian Budug Asu.
Perjalanan belum berhenti disini. Puncak FoxHill atau Puncak Budug Asu sudah ada di depan mata. Kita punya dua alternatif untuk mencapai puncak FoxHill. Bisa lewat jalan memutar atau bisa langsung menempuh jalan menanjak yang berada di belakang pos tiket masuk. Tanjakan Demit ada di depan mata jika kita mau menempuh jalan pintas yang ada di belakan pos tiket. Jalan lebih dekat tapi menanjak. Siapkan nafas anda dengan baik jika melewati jalur ini. He ... he .... jangan ketinggalan deposit air minumnya ... Tapi ... kita disuguhi pemandangan yang indah. Ya .. itu ketidakseimbangannya jika lewat jalur ini. Puncak FOXHill sudah terlihat di depan mata.
Kalau kita lewat punggung jalur memutar, kita melewati bukit untuk sampai di puncak. Jalan relatif lebih landai. Tidak perlu dipersiapkan lebih untuk lewat jalur ini. Tapi… yang pasti jarak tempuhnya lebih jauh. Pasti itu ... Kalau lama waktu, lebih cepat mana ...? lebih cepat jalur memutar atau lebih cepat jalur pintas ..? ya ... relatif, kalau itu. Tergantung Nafas dan kecepatan kaki kita.
Setelah sampai puncak, kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa, apalagi jika di puncak udara sedang cerah. Lereng Gunung Arjuna yang curah-curah bukit yang memanjang ke bawah sangat elok memanjakan mata.
Lapar .... Haus .... Jangan kuatir. Di Puncak Budug Asu / FoxHill ada sebuah warung yang menyediakan kebutuhan kita. Bagi kopimania jangan kuatir, olahan hasil kebun kopi daerah situ disediakan pemilik warung. Yang lebih khas lagi adalah olahan Segar TEH bagi penikmat Minuman TEH. Semua adalah hasil dari sekitar perkebunan BudugAsu.
Tips bagi yang mau camping di puncak BudugAsu / FOXHILL .. siapkan jaket tebal anda dari terpaan udara dingin dan menusuk .. Jangan lupa, jangan mencampakkan sampah sembarangan. Bawa kembali sampah anda dari puncak, Gunung Bukan Tempat Sampah ..!
Tetap Semangat untuk terus bisa mengunjungi destinasi-destinasi wisata alam anugerah Tuhan. Salam dari Alam ...



